kalo ada pepatah yang bilang, ‘hidayah itu datangnya tak terduga’, maka aku adalah orang yang 100% mempercayainya..

Senang, itu satu kata yang gak pernah hilang dariku dulu.. Aku punya hampir semua yang bisa dimimpikan seorang gadis remaja.. haha..

sahabat2 deket, pacar yang baek, nilai bagus,, aku hanya kenal satu kata saat itu, buatku hidup adalah untuk 1 tujuan, senang-senang! Aku sadar, kematian yang tidak jadi datang itu bukanlah kebetulan.. entah kenapa, sejak saat itu aku menemukan perasaan nyaman yang selama ini aku cari.. perasaan tenteram menemukan Tuhan..


Aku urungkan niatku, jika Tuhan saja berkehendak aku terus hidup, maka apa hak dunia menolakku?! Tidak ada! Perlahan aku tata lagi satu demi satu hidupku yang hancur berantakan.. sambil berhati-hati agar orangtuaku tidak pernah tau separuh diriku pernah pecah berkeping-keping.. Hanya dalam hitungan hari, keinginan berkerudung itu datang.. Tak ada pemicunya, tak ada kisahnya, begitu tiba-tiba, aku berpikir, ‘aku ingin berkerudung’.. Sabtu, 26 April 2002..


Sepanjang perjalanan pulang sekolah rasa ingin berkerudung itu tak lepas dari pikiranku

But, u know, life can’t be predicted easily, ‘myself’ before wasn’t dead at all.. sebagian masih ada walopun tersembunyi rapat sekali.. dan,, kehidupan di kabinet yang (buat nia) sangat longgar ngebuat sisi-sisi hitam itu mulai berusaha muncul ke permukaannya lagi.. Oh, no!


Yah,, setan memang tidak pernah tidur.. kapanpun kita lengah,, jangan harap dapat lepas dari jeratnya.. ^^

Ya, ini hidupku.. Yang masih diberikan padaku tepat ketika aku ingin mengakhirinya.. Perjalanan yang takkan pernah hilang bekasnya.. Tapi, lahiat aku sekarang! Aku hidup! Jika Allah saja berkenan memberiku nafas yang masih tersambung tak terputus, maka apa hak dunia menolakku??


Berat ya?! Tapi ini pilihan.

Jangan nangis,,

Jangan manja, Nia!

Advertisement